Hai, Aku Sore! : Time Loop, Histeria, dan Jika
Kritik Film Indonesia Hai, Aku Sore! : Time Loop, Histeria, dan Jika Oleh : Nimas Safira Widhiasti Wibowo ( Catatan : Diskusi ini dibuat dalam keadaan darurat. Bukan, ini bukan semacam propaganda politik yang mendesak untuk segera disebarluaskan ke masyarakat. Tapi, darurat dalam arti yang lebih personal. Alkisah, beberapa waktu lalu saya menonton Sore: Istri dari Masa Depan di bioskop, dan sejak itu ada sesuatu yang mengganjal. Rasanya seperti ada bagian dari cerita yang menempel erat di kepala. Tidur jadi tidak nyenyak. Pikiran melayang terus ke beberapa adegan dalam film itu. Entahlah. Mungkin saya sedang mengalami post-movie syndrome—semacam kondisi pasca-menonton film yang terlalu membekas, membuat kita sulit move on dari narasinya. Sejujurnya wajar saja sih, sindrom ini memang sering dialami penonton setelah melihat film yang begitu dekat secara emosional. Jadi itulah kenapa saya menulis ini. Sebuah upaya meredakan keresahan, atau barangkali, memperpanjang perasaan itu sedikit l...